Orang Baik Butuh Panggung

Hai semua, lama tak jumpa. Kali ini saya ingin cerita sesuatu.

Baru sejak 2 bulan yang lalu saya membantu tim humas sebuah komunitas bernama @ASNation sebagai content writer. Sesuai namanya, komunitas ini isinya ASN semua (Aparatur Sipil Negara, sinonimnya PNS, yang ini nggak usah gue panjangin pasti udah tau kan singkatannya). To be précised, komunitas ini merupakan kumpulan ASN alumni Universitas Indonesia yang punya misi bahwa ASN itu harus saling berbagi dan menginspirasi. Singkat cerita, takdir membawa saya kenal dengan founder ASNAtion, Pak Ahmad Luthfi, simply because he was my supervisor, wkwkw. Lalu kesuntukan pandemi Covid-19 ternyata mendorong saya untuk melakukan hal-hal yang berbeda. Yaudah karena diajakin juga, saya pun memutuskan bergabung dan membantu tim humas untuk menulis di sebuah rubrik Instagram @ASNation.id yang diberi nama #ASNHighlight.

Rubrik #ASNHighlight ini adalah sebuah konten Instagram berupa profil ASN berprestasi yang layak di-highlight. Yang saya lakukan dari mulai cari sosok ASN berprestasi tersebut, kontak orangnya, mintain datanya, interview singkat untuk kumpulin materi tulisan, lalu tulis dan kirim ke tim. Nanti akan ada yang melakukan proses editing dan release tulisannya. Nah, tantangan pekerjaan ini adalah di step paling pertama, yaitu mencari sosok ASN yang berprestasi. Bukan karena nggak ada, tapi karena saya nggak tau mereka ada di mana. Lack of information. Awal-awal sih masih cukup mudah untuk menemukan sosok-sosok yang layak di highlight karena berita tentang mereka tersedia, tapi karena ini konten mingguan, lama-lama saya kehabisan resource juga. Udah banyak banget akun Instagram Kementerian/Lembaga yang saya buka, berharap dapat informasi, but almost zero result karena konten mereka kebanyakan kegiatan pejabatnya. Ampun. Usaha-usaha sporadis pun dilakukan, tanya-tanya teman yang juga ASN, some of them give me recommendations. Tim humas yang lain juga membantu mencari informasi sehingga, alhamdulillah, kita tetap bisa mengeluarkan satu profil ASN yang memang layak di-highlight setiap minggunya.

Oke, that’s the story, tapi yang ingin saya sampaikan bukan hanya cerita pengalaman. Lebih dari itu, pengalaman ini membuat saya sadar kalau mereka, orang-orang yang sudah sangat baik bekerja untuk negeri ini, sering kali jauh dari spotlight dan kamera, padahal banyak diantara mereka yang layak sekali mendapat penghargaan. Bukan soal ikhlas atau riya, bukan soal pengen dilihat, tapi percaya deh merasa dihargai adalah salah satu kebutuhan manusia.

Lagipula bukankah orang-orang baik itu layak dinaikan ke atas panggung?

thealliaproject

Kalau panggung dunia ini tidak diisi oleh orang-orang baik, maka yang naik pentas adalah mereka yang gagal memberikan kebaikan. Sering nggak sih melihat media sosial terus ngerasa “Orang kayak gini kenapa harus dikasih panggung sih?”, atau sering juga saya dengar jargon “Stop making stupid people famous”.

Dengan perkembangan media informasi saat ini, sebenarnya mudah sekali kalau seseorang mau bikin panggung, tinggal perkara ada yang mau nonton atau nggak, kan? Platform-nya tersedia, konten yang baik pun banyak , lalu apa yang kurang? Meminjam istilah Pak Gita Wirjawan yang lagi sering saya tonton kanal Youtubenya.. yang kurang adalah naratornya.

Gue selalu lihat kalau Indonesia nih narasinya keren banget tapi naratornya kurang. Gue ingin ramu kepentingan kita untuk mengedepankan ilmu alam sama kepentingan kita untuk membuahkan narator sebanyak mungkin.

Gita Wiryawan

Kali ini saya cukup bangga dengan diri saya sendiri karena secara tidak sengaja berhasil sepikiran sama smart person kayak Pak Gita Wirjawan, hehehe. Negeri ini butuh lebih banyak narator yang bercerita tentang betapa baiknya negeri ini, termasuk manusia-manusia di dalamnya. Bukan untuk sombong, bukaaan. Tapi karena kebaikan memang perlu digemakan. Supaya menular, supaya jadi impuls untuk lebih banyak orang berbuat baik.

Kebaikan memang perlu digemakan.

thealliaproject

Ada fakta menarik yang baru juga saya ketahui beberapa tahun terakhir. Keputusan dan sikap manusia itu bukan serta merta tanpa alasan, tapi lahir dari informasi yang diterima oleh mata dan telinga. Jadi kalau manusia terbiasa dengan input informasi yang benar dan baik, maka output keputusan dan sikapnya pun akan benar dan baik. Vice versa. Di satu sisi, hal ini bikin saya sadar bahwa saya harus berhati-hati menjaga informasi yang masuk ke panca indera. Di sisi lain, saya pun merasa bertanggung jawab dalam setiap informasi yang saya berikan, karena output yang keluar dari diri saya, baik perbuatan maupun ucapan, adalah input informasi bagi yang lainnya.

Jangan tanya saya dalilnya apa, tapi yakinlah setiap dari kita bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang berguna, yang baik, yang benar, yang inspiratif, apapunlah namanya. Meminjam quote Aryo Pamoragung, salah satu #ASNHighlight yang berhasil dapat penghargaan Top 3 Future Leader Anugerah ASN 2019,

Echo-kan hal baik ke seluruh penjuru negeri.

Aryo Pamoragung

Bismillah. Percayalah bahwa kita semua adalah narator kebaikan.

Terkahir, tulisan ini akan ditutup dengan sebuah doa yang tidak ada hubungannya sih sama narasi panjang di atas, tapi masih sangat valid untuk dipanjatkan saat ini: Semoga pandemi ini segera berlalu, gue kangen ketemu orang di luar Zoom, Webex dan Ms.Team.

Stay positive yaa.

Venessa Allia.

..

Anyway, bicara soal narator, mungkinkah menjadi narator adalah calling saya? Belakangan saya merasa kemauan dan kemampuan menulis yang Allah kasih ini, walau belum bisa saya monetisasi, tapi kayaknya ini jalan saya buat menunaikan tujuan hidup deh. Karena saya percaya, pasti ada alasan luar biasa baik mengapa Tuhan harus menciptakan saya di dunia (dan kamu juga).

Menulis adalah hal yang saya sukai, (cukup) kuasai dan Allah bukakan kesempatannya. I think this is my sweetspot. God, give me your guidance, I always need You.

Author: Allia

Allia, an environment analyst who loves to write and share. This blog is her personal project to share what is on her mind, and especially to deliver many things she found amazing about her faith. On progress to be what is so called a writer, but at the end her dream is to be a great in every role, in this time and hereafter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *