Apa Artinya “Allah Maha Mengetahui”?

Disclaimer: Tulisan di bawah ini adalah resume kajian Youtube Ustad Nouman Ali Khan di channel Bayyinah Institute berjudul What Does it Means That Allah Knows, dengan sedikit penyesuaian tanpa merubah makna. Resume ini utamanya adalah nasihat bagi diri saya sendiri, sekaligus nasihat bagi kita bersama karena saya pribadi menemukan banyak pemahaman di dalamnya.

Lets start. Mari kita simak ayat di bawah ini.

Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati

Q.S At-Taghabun : 4

Saya cukup yakin bahwa muslim secara umum sudah tahu bahwa Allah memiliki sifat Alim, yaitu Maha Mengetahui. Tapi tahu akan tersebut saja tentu tidak cukup, karena mengetahui dan mengimani menghasilkan konsekuensi tindakan yang berbeda. Pertanyaannya sederhana, jika sudah tahu, lantas apakah sudah yakin?

The best way to appreciate Allah’s name is to actually understand our own limit, so we can appreciate the perfection of Allah and how insignificant we are.

Ustad Nouman Ali Khan

Let put this in some perspectives.

Allah punya pengetahuan yang melampaui sejarah. Catatan sejarah secara umum hanya dapat merekam soal tempat, tanggal, siapa yang menang perang dan siapa yang kalah, tapi catatan sejarah yang dibuat manusia tidak akan bisa mendokumentasikan bagaimana Allah mendokumentasikan kisah masa lalu dalam Quran. Allah tidak hanya memberi tahu apa yang terjadi dan di mana tapi bahkan apa yang dirasakan di dalam hati pelakunya. Sejarah mana yang bisa menyatakan apa yang Firaun rasakan? Allah mendokumentasikannya dalam Quran. Kemudian bagaimana Allah mendokumentasikan Nabi Ibrahim A.S hingga sedetil doa apa yang ia panjatkan. Jadi Allah tahu sejarah lebih dari manusia bisa tahu, bahkan dari sudut pandang yang tidak akan sejarah yang bisa mencatatnya. Orang-orang munafik akan menyanggah Quran dengan bilang bahwa Quran tidak menyatakan sejarah lengkap dengan tanggal dan waktunya. Faktanya hal-hal yang Allah biarkan manusia tahu, tidak dinyatakan lagi dalam Quran, tapi dalam Quran, Allah mengatakan hal-hal yang manusia tidak akan bisa tahu.

Sejarah manusia hanya mencatat masa lalu dan saat ini, tapi Allah mengetahui lebih dari itu, Allah mengetahui masa depan. Bahkah hanya Allah yang punya pengetahuan soal afterlife. Bagaimana manusia bisa tahu apa yang akan terjadi setelah mati? Apa yang terjadi pada tubuh kita? Pertanyaan apa yang akan kita hadapi? Judgement day itu seperti apa?

Allah jugalah yang punya pengetahuan soal science. Bayangkan sejak lebih dari 1400 tahun lalu melalui Quran manusia mengetahui bahwa langit memiliki 7 lapisan. Allah pula yang bilang bahwa langit paling bawah didekorasi dengan bintang. Sekarang, saat tahun 1441 Hijriah (tahun 2020 Masehi), semua teknologi yang kita punya hanya mampu melihat langit paling bawah. Allah juga mengetahui hal-hal gaib, misalnya ketika kita bicara soal malaikat. Seperti apa sih malaikat? Gimana kita tahu kalau sebenarnya dengan kembali kepada Allah dan meminta ampunannya akan berdampak pada pada rezeki, kesehatan, dan segala urusan kita. No science/lab/research can observe this.

The biggest mystery of all, bagaimana Allah itu? What kind of God is He? Relationship seperti apa yang Dia inginkan? apa yang Dia suka? apa yang Dia rencanakan dan harapkan dari manusia? Pertanyaan-pertanyaan ini membuat kita harus memaknai Al-Alim dengan lebih dalam lagi.

Dia Mengetahui Segalanya

Bayangkan ketika kita sakit lalu kita pergi ke dokter, dokter lalu memeriksa badan kita, lalu memberikan diagnosa “I think you have a bacterial infection, or virus or allergy, etc”. Tapi mungkin nggak kalau diagnosis dokternya salah? Tentu saja mungkin, sering terjadi malah. Karena dokter bisa jadi hanya cek satu bagian, namun tidak periksa bagian lainnya. Persis seperti itulah pandangan manusia. We only look at one thing and we don’t realize that some other thing happening that maybe related. Misal nih ada orang punya masalah tekanan darah, lalu dokter memberikan saran untuk perbaiki pola makan, padahal teryata akar masalah dari penyakit tersebut adalah karena stres di rumah. Sometimes we only see one side of the problem, dan tidak melihat keseluruhan sisi untuk mendiagnosa apa yang sebenarnya terjadi.

Selanjutnya bayangkan, ketika kita sedang ada masalah lalu kita minta saran atau nasihat dari orang lain. Kadang kala rasanya nasihat itu nggak mempan untuk kita karena merasa orang tersebut nggak benar-benar memahami masalahnya apa dan keseluruhan situasinya seperti apa. And if you try to explain the whole picture to them, still they don’t understand, dan dia tetep beri nasihat yang membuat kamu merasa they just don’t understand. Kadang orang memberikan nasihat tapi tidak berdasarkan full knowledge of what we truly experiencing, and somehow mendengarkan mereka membuat frustasi

Bahkan ketika kita mencoba menasihati diri sendiri yang tertimpa masalah, it is just not working. Even if we diagnose our self, it is still bias, we cant give neutral-free advice to even our self. Not capable to doing that.

Ketika Allah berkata bahwa diri-Nya mengetahui segalanya, Allah pula menyatakan bahwa Dia memberikan kita nasihat. Seperti dinyatakan dalam Quran “Allah is teaching you and Allah knows everything”. Artinya apa? Artinya Allah tahu situasimu completely, even better than you and I. Dia tahu apa yang ada di pikiran kita.

Ketika seseorang bertanya padamu “Whats wrong?”, lalu kamu menjawab “Nothing”. Padahal dalam hati kamu sedang memendam sesuatu. Allah knows that your ‘nothing’ is something. And knowing all of that, He gives advice.

Disadari atau tidak, seorang muslim sering berlaku tidak adil saat menganggap bahwa Quran itu peranannya untuk memberikan kita religious advice, dokter untuk kasih medical advice, akuntan utuk kasih financial advise, dsb. Masalahnya Allah is not limited with religion. Pengetahuan Allah itu tentang semua hal dalam hidup. Semua yang terbaik untukmu secara fisik, finansial, sosial, emosional, psikologis, spiritual, kesehatan, semuanyaaa! Karena semua itu Allah yang buat, sehingga Dia-lah yang paling tahu persis. Nasihat Allah juga nggak dari satu sudut pandang aja. Allah melihat semua pandangan, termasuk perspektif yang kamu punya.

Jujur deh, kadang ketika baca Quran pernah merasa “oke this is good, but my situation is different/special, it does not applied for me”. Masalahnya, Allah tentu saja tahu your full circumtances. Dan advice yang Allah kasih ke manusia berdasarkan pengetahuan Allah terhadap setiap insan dan semua masalahnya dan semua kebutuhannya. Itulah maknanya ketika Allah bilang bahwa Dia yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

Maha Mendengar dan Maha Mengetahui

Di banyak bagian Al-Quran, nama yang disandingkan dengan Alim (knowledgable/Maha Mengetahui) adalah Maha Mendengar. Innnalaha samiun alim. Since the beginning of history, Allah mendengarkan manusia. Allah dengar manusia menangis kepada-Nya, mendengar manusia menangis ke manusia lain, mendengar semua pembicaraan, bahkan pembicaraan manusia dengan dirinya sendiri. Allah dengar semuanyaaa! Dan semua itu udah dijadikan pertimbangan ketika Allah menurunkan wahyu. That is a mercy from Allah Azza wa Jalla.

That counsel has come to you from your Rabb, it come to heal what inside on your chest, because He knows.

Ustad Nouman Ali Khan

Dan sama halnya dengan hasil diagnosis dokter yang kadang tidak terlalu menyenangkan tapi merupakan keputusan terbaik, sometimes the advice from Allah could be painful. Tapi hal itu bukan untuk membuat manusia menjadi semakin sakit tapi justru untuk menyelamatkan manusia dari kerusakan. Bisa jadi kamu menyukai sesuatu yang tidak baik untukmu, dan bisa jadi kamu membenci sesuatu yang baik untukmu. Allah memberikan kita nasihat dan pengajaran berdasarkan pengetahuan Allah, berdasarkan apa yang baik untuk kita, terlepas dari kita bisa lihat atau tidak.

Mengetahui yang Benar dan yang Salah

Bicara soal benar dan salah, Allah pada dasarnya sudah memberikan manusia kemampuan untuk mengindetifikasi mana yang benar dan mana yang salah. Contoh, terlepas dari apapun agama, budaya atau asalnya, kita tahu kalau berbohong, mencuri, menyakiti seseorang itu salah. Hal-hal itu sudah Allah programkan dalam diri kita sebelum kita lahir di bumi ini. Sifatnya universal. Tapiii jauh lebih dari itu, ada sesuatu yang kita nggak akan bisa tahu kalau itu benar atau salah. Contoh, (kalau nggak Allah ajarin melalui Quran dan Sunatullah) saya nggak tahu kalau beberapa hewan itu nggak baik untuk dimakan, saya juga nggak tahu kalau pray in certain schedule adalah baik sekali untuk saya.

Jadi ngomongin benar dan salah, manusia memang punya some sense of it, but Allah have full picture of it. Jadi, ketika Allah bilang ke kamu dan saya kalau sesuatu itu benar (right) atau sesuatu itu salah (wrong), maka kita (manusia) harus menyampingkan pengetahuan kita tentang apa yang kita tahu soal benar dan salah, and we have to submit our self to the fact that Allah knows more that we can ever know. That Allah is Al Alim.

Ustad Nouman Ali Khan

Apa yang Allah katakan benar adalah sesuatu yang pasti lebih baik untuk kita. Apa yang membuat kita ragu/resisten untuk mengikuti apa yang Allah katakan/perintahkan/nasihatkan adalah karena kita berpikir kalau kita mengikuti apa yang Allah katakan maka akan menghasilkan kesusahan atau kesakitan (pain). Pada faktanya, jika kamu mengikuti apa yang Allah katakan, pada beberapa kasus it does cause pain. It is the fact of life. Ngikutin perintah Allah itu bisa jadi not lead to comfort, but difficulty. Lihat saja kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya, orang-orang terbaik yang mengikuti perintah Allah, hidup mereka tidak mudah kan? Tapi..

..that difficulty is way better for you than any ease that come to you. That’s the truth. Vice versa, if you do not follow Allah, and find some easy way to yourself, you might feel you saver, but the truth is you are heading to your self in to destruction.

Ustad Nouman Ali Khan

Semoga Allah menolong kita dengan memberikan kita pemahaman akan sifat Allah sebagai Al Alim. What it means of Allah knows everything. Semoga Allah juga mempermudah kita untuk meyakini semua nasihat dan perintah-Nya, dan hidup sepenuhnya dengan hal-hal tersebut.

Ushikum waiyya nafsi bitaqwallah

What does it mean that Allah knows – Reminders of the Last 10 Night Part 2

Salam,

Venessa Allia

Author: Allia

Allia, an environment analyst who loves to write and share. This blog is her personal project to share what is on her mind, and especially to deliver many things she found amazing about her faith. On progress to be what is so called a writer, but at the end her dream is to be a great in every role, in this time and hereafter.

One thought on “Apa Artinya “Allah Maha Mengetahui”?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *