Inner Peace

Hai, halo, assalamualaikum,

untuk memulai tulisan ini saya ingin bilang bahwa..

Pengalaman-pengalaman selama bulan November ini mungkin bisa membuat saya menulis hingga besok pagi.

Yang mana hal itu tidak mungkin saya lakukan karena of course I need sleep, dan saya punya PR dari Ustad Nouman Ali Khan. Ustad Nouman Ali Khan ini siapa dan kenapa saya bisa punya PR dari beliau..yeah long short story, saya ikut program belajar bahasa Arab Al Quran bersama beliau tanggal 20-28 November 2019 sehingga sebagai kelanjutan dari progamnya, ada tugas review yang haru saya kerjakan. Anyway, nama program yang saya ikuti adalah Indonesia Dream Worldwide (IDW). I need special page to share this gold experience.

Moreover, I also want to share my “Terang Camp” experience, which is also phenomenal. Ngomongin Terang Camp juga harus satu page sendiri nih, abundant story, hehe. Beneran deh, saya bener-bener harus banyak bersyukur, November ini luar biasa karena Allah izinkan saya ikut banyak kegiatan yang luar biasa juga. Kegiatan yang kasih makanan buat hati saya, as well as memperkaya pemahaman saya.

Sampai bingung mau mulai dari mana.

Okelah, saya mulai dari pengalaman IDW yang paling berhubungan dengan apa yang saya pikirkan dan rasakan malam ini. Sebagai pengantar, untuk siapa saja yang belum tau siapa itu Nouman Ali Khan, ada baiknya cari nama dia di Youtube, kamu akan dapatkan banyak video ceramah atau kuliah beliau (mostly dari channel beliau, Bayyinah Insititute). Beliau adalah seorang moslem scholar yang mengkaji Al Quran dari sisi linguistik. Menarik kan? Udah lupa sih kapan pertama kali tau beliau, tapi dari kali pertama saya nonton videonya, sampai hari ini alhamdulillah selalu dapat banyak hikmah. Ustad Nouman sering kasih sudut pandang yang saya jarang temukan di tempat lain, dan sumbernya juga jelas banget lagi, Quran. I really really really recommend all of you to watch his lecture. Go to Youtube!

Berbekal dari sering nonton beliau di Youtube, baca bukunya, selalu datang kajian beliau di Indonesia (jadi sejauh ini beliau udah 3x ke Indonesia) , saya memutuskan ikut program IDW tersebut (aslinya sih sempet galau ini itu dulu, biasalah godaan syaiton). Program IDW ini intinya adalah belajar bahasa Arab untuk dapat memahami Al Quran secara langsung tanpa harus tergantung dengan tranlasi bahasanya, sehingga dapat terkoneksi langsung dengan Quran a.k.a Allah‘s word. Menariknya selama3 jam setiap harinya, Ustad Nouman Ali Khan nggak cuma kasih kita materi soal bahasa Arab (grammar dan vocab), tapi lebih dari itu, beliau juga sharing tentang mukjizatnya Al Quran, baik dari sisi tata bahasanya, strukturnya, maupun kontennya. Malam ini saya ingin sekali berbagi tentang salah satu bahasan yang beliau sampaikan di kelas (entah kelas hari yang ke berapa). Sebuah fakta menarik soal inner peace.

Nggak peduli seberapa kacaunya situasi yang dihadapi right away di depan mata. Nggak masalah seberat apapun kesulitan yang diderita , tapi yang namanya kedamaian akan selalu bisa dirasakan dari dalam hati, apapun kondisinya.

ekstrak-ekstrak ilmu yang saya dapat dari Ustad Nouman pas IDW

Kebayang ga maksudnya?

Awalnya saya pikir, kedamaian hati manusia itu pasti akan terkait dengan masalah hidupnya. Jadi manusia akan hidup tenang selama nggak punya masalah. Manusia yang masalahnya relatif berat (menurut standar sosial pada umumnya) akan sulit mendapatkan ketenangan. Contoh sederhana, saya nggak habis pikir bagaimana orang-orang yang dalam kondisi perang (muslim Palestina misalnya) bisa merasakan ketenangan dan tersenyum. Kayaknya logis banget kalau menyatakan bahwa hidup mereka 100% nggak akan bisa merasakan tenang dan damai, ya orang tiap saat serangan bom dan senjata bisa mendarat di atas kepala.

Tapi ternyata kata Ustad Nouman, Quran nggak bilang begitu. Faktanya adalah setiap manusia itu pasti mengalami ujian dari Allah, dan ujiannya itu bisa berbeda-beda, kadar berat ringannya sudah Allah takar sendiri, and the most beautiful thing is.. ujian manusia itu nggak berhubungan sama ketenangan di dalam jiwanya. Jadi, mau bagaimanapun kondisi di luar diri sendiri seseorang, dia selalu bisa merasakan inner peace, asal.. inget sama Allah. Jadi kedamaian dan ketenangan hati itu ternyata semata-mata berhubungan dengan seberapa dekat manusia sama Allah. This concept actually makes many things become easier to accept and more logical also.

Tau nggak kenapa saya kepengen banget sharing tentang hal ini?

Karena baru saja beberapa jam yang lalu saya dapat kabar dari grup alumni di WhatsApp, seorang teman “tiba-tiba” terdiagnosa kanker stadium 3. Saya yang dapat kabarnya bukan cuma kaget, tapi langsung aja kebayang bagaimana paniknya dia dan keluarganya. Singkat cerita, teman tersebut muncul di grup, say thanks karena sudah banyak yang mendoakan, dan share tulisan dia di blognya yang bahas tentang dia dan kankernya ini.

Dan dari baca blognya aja, saya merasa kok dia damai banget yaaaaa.

Beneran langsung inget lecture-nya Ustad Nouman. Nggak peduli circumatances di luar diri manusia seperti apa, manusia selalu akan bisa menemukan ketenangan.

Yang dia tulis di blognya bukan keluhan, bukan pula kronologi penyakitnya. Hanya ada sedikit cerita tentang kankernya, dan info bahwa sebentar lagi dia akan mulai kemoterapi. Sisanya adalah rasa syukur bahwa di dalam ujiannya tersebut Allah berikan support system yang luar biasa, juga penghargaan kepada semua orang yang telah menunjukan perhatian, dan yang paling bikin saya merenung adalah penerimaannya bahwa yang penting adalah bisa lebih dekat lagi sama Allah.

No wonder, he found his inner peace.

Buat saya ini pelajaran penting, karena mematahkan teori yang sering saya dengar dari banyak orang. Ternyata ketenangan hidup itu bukan perkara berat dan ringannya masalahnya, tapi perkara jauh dekatnya manusia dengan Tuhan. Manusia sering kali mencari bahagia, padahal sebenarnya yang dia cari adalah ketenangan, dan untuk itu tidak ada alasan untuk menjauh dari Allah. Come closer to Him.

Ushikum wa iyya nafsi bitaqwallah.

Author: Allia

Allia, an environment analyst who loves to write and share. This blog is her personal project to share what is on her mind, and especially to deliver many things she found amazing about her faith. On progress to be what is so called a writer, but at the end her dream is to be a great in every role, in this time and hereafter.

3 thoughts on “Inner Peace”

  1. Assalamu’alaikum…
    Mba Alila, saya Irma. Mohon info, apakah kalau mau ikut IDW harus punya dasar bahasa Arab dulu atau tidak? Kalau mau ikut IDW, bagaimana caranya?

    Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum…

    1. Waalaikumsalam. Halo Mbak Irma. Ikut IDW tidak harus bisa Bahasa Arab. Syaratnya hanya bisa memahami Bahasa Inggris (karena ustadnya pakai bahasa Inggris) dan bisa membaca Al Quran. Bisa follow instagramnya NAK Indonesia untuk info jika ada IDW selanjutnya. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *