Pengalaman Pertama Datang Kajian Sirah Nabawiyah Terang Jakarta

Kajian Sirah Nabawiyah Terang Jakarta, 07 November 2019

Hai! Assalamualaikum.

Di minggu siang yang alhamdulillah panas ini, saya ingin berbagi pengalaman sehabis datang kajian Sirah Nabawiyah bersama Ustad Abi Makki yang diadakan oleh komunitas Terang Jakarta (TJ). Jadi, singkat cerita, sudah cukup lama saya tahu bahwa setiap Kamis jam 19.00 di Mesjid Raya Pondok Indah, ada kajian Sirah Nabawiyah yang diorganisir sama Terang Jakarta. Sudah beberapa kali ingin datang ke sana, tapi ada aja alasan nggak bisanya (mostly alasan yang nggak terlalu penting). Alhamdulillah, Kamis kemarin Allah mudahkan saya untuk hadir. Sekitar jam 16.30 sudah cabut dari kantor di Rasuna Said (fyi, jam kantor saya 08.00-16.30), jam17.30 udah sampai di Pondok Indah doong. Ngopi bentar di Anomali Coffee samping masjid, biar nggak ngantuk pas kajian, hehehe.

Tepat ba’da Isya kajian Sirah bersama Ustad Abi Makki dimulai, and it was super exciting. Denger cerita Ustad Abi Makki selama 2 jam nggak kalah seru dari nonton bioskop 2 jam, bahkan ini jauuuh lebih luar biasa. Ya namanya juga nyeritain kehidupan Rasulullah SAW, utusan Allah yang paling mulia dan paling baik akhlaknya, pastinya bukan cerita kehidupan yang biasa-biasa aja. I think I got the complete package by attending the event: ilmu, semangat, inspirasi, positivity, sekaligus merasa terhibur, and the most important feeling: calm and fulfilled

Finally, waktu kajian kemarin saya menyimpulkan sebuah teori. Teorinya benar atau salah, silahkan dibuktikan sendiri.

Obat dari jiwa raga yang lelah adalah majelis ilmu.

Kenapa? Karena majelis ilmu selalu akan membawa kita untuk berpikir kembali tentang visi tertinggi: surga, kehidupan terbaik di akhirat yang abadi. Fokus kita jadi teralih, it is not only about how to live this life well, but a lot more than that, hot to get “there”? How to get Jannah? Lelah babak belur di dunia juga jadi terobati dengan sendirinya, karena kita jadi sadar, dunia ini cuma sementara aja, capeknya nggak akan selamanya. Plus, jadi sadar juga, lelah di dunia juga suatu kebaikan, asal lelahnya bikin kita deket sama Allah, lelahnya bikin kita bisa pulang ke surganya Allah. Hehehe, saya obviously bukan ustadzah, tapi ada satu dalil yang sampai kepada saya, Nabi Muhammad SAW bersabda,

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ


“Jika kalian melewati taman syurga maka berhentilah. Mereka bertanya,”apakah taman syurga itu?” Beliau menjawab,”Halaqoh dzikir (majelis Ilmu).”

Riwayat At-Tirmidzi

Di tulisan selanjutnya, saya ingin sharing secuil ilmu terkait materi kajian Kamis kemarin. Topiknya tentang Yaumul Furqon (masa-masa setelah Perang Badar). I have some notes in my book, let me rewrite on this blog. Kajian Sirah Nabawiyah Terang Jakarta Insya Allah akan ada di setiap Kamis minggu pertama setiap bulannya (jadi cuma 1 bulan sekali). Insya Allah jam 19.00-21.00 WIB di Mesjid Raya Pondok Indah. Jangan khawatir laper, karena disini ada bazar, dan di sekitar mesjid juga banyak tempat jajan, hehe.

Sebagai penutup, paragraf terakhir ini adalah sedikit bahan berpikir terutama bagi diri saya sendiri untuk bisa lebih serius hadir kajian, khususnya kajian Sirah Nabawiyah.

Dear myself,

1. Sudah berjuta kali syahadat, tapi seberapa kenal sih saya sama Nabi Muhammad SAW? Lebih dari itu, seberapa cinta saya dengan Rasulullah SAW yang sungguh saya butuhkan syafaatnya? Seberapa rindu saya dengan Rasulullah SAW yang hingga akhir hayatnya pun masih memikirkan nasib umatnya? Logikanya, mana mungkin mau cinta dan rindu, kalau kenal pun hanya sekedarnya.

2. Masih kepikiran kalau kajian sepulang kerja itu capek banget? Think again, kalau saya masih bisa main sepulang kerja, maka apa dasarnya saya nggak bisa kajian sepulang kerja? Dont let syaitan defeat your sincere intention.

Ya Nabi Salam ’AlaikaYa Rasul Salam ’AlaikaYa Habib Salam ’AlaikaSholawatullah ’Alaika

Ushikum wa iyya nafsi bitaqwallah (Aku menasehati kamu semua dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah.)

Author: Allia

Allia, an environment analyst who loves to write and share. This blog is her personal project to share what is on her mind, and especially to deliver many things she found amazing about her faith. On progress to be what is so called a writer, but at the end her dream is to be a great in every role, in this time and hereafter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *